Jangan Sampai Ganggu Konsentrasi
Foto
" Mushola "
Sabtu, 6 Maret 2010 | 22:19 WIB
Laporan :
  • Bikin Tempat Ibadah Dalam Rumah

Memiliki ruang shalat atau mushala didalam rumah tentu menjadi impian bagi semua umat muslim. Namun tidak sembarang untuk menempatkan ruangan ini. Sebab kalau salah justru akan mengganggu konsentrasi dalam menjalankan ibadah.
Seorang Desainer Interior Pekanbaru, Typhany Daniyar Sds memberikan sedikit tips menenai ruang shalat ini.

Menurut Typhany  ruang shalat, sebagai tempat untuk merenungkan diri untuk berhadapan dengan sang khalik, jadi  sebaiknya tidak ditempatkan di area ruang publik. Area ruang publik tersebut biasanya lokasi yang banyak ditempati orang seperti ruang tamu.  Penempatan mushala rumah di tempat publik ini bisa mengganggu suasana dalam melakukan ibadah  itu sendiri.

Dijelaskan Typhany, ruang shalat ini sebaiknya diletakan diarea semi publik, seperti di dekat ruang keluarga atau ruang makan. Sedangkan bentuk desainnya sebaiknya tidak berhadapan dengan ruang keluarga atau makan, sehingga kosentrasi saat shalat tidak terganggu.

"Dan yang paling penting adalah arah kiblatnya" terangnya. Mushalla yang bagus untuk didalam rumah sebaiknya arah kiblat berhadapan langsung dengan dinding.  Jangan sekali-kali didepan kiblat mushalla terdapat sebuah dapur, kamar mandi atau wc, karena didalam Islam hal itu tidak diperbolehkan.

Untuk menjaga kesucian terutama setelah mengambil air wudhu,  sebaiknya letak kamar mandi berdekatan dengan ruang shalat tersebut. Selain mempermudah untuk akses, area yang ditapaki oleh kaki juga tidak akan tersentuh dengan debu atau kotoran.Ruang shalat merupakan areal suci yang harus bersih setiap hari. Untuk itu sebaiknya lantai ruang ini ditinggikan daripada lantai lainnya.

Tidak hanya menjaga kesucian, derajat  ruangan ini juga akan terlihat lebih tinggi dari ruangan lainnya. Sementara untuk penerangannya, sebaiknya diletakkan sebuah lampu tempel didinding dan lampu besar pada bagian atapnya.  Saat melakukan shalat  sebaiknya digunakan saja lampu dinding  untuk menghemat energi, namun jika melakukan pengajian di mushala itu sebaiknya digunakan lampu besar diatas plafon, hal ini mempermudah pembacaan ayat-ayat al-Quran.

Mushala tidak hanya diletakan didalam rumah saja, namun juga bisa di desain  terpisah dari rumah induk. seperti gazebo yang diletakan di sebuah taman.  Peletakan mushala di taman ini jauh lebih banyak manfaatnya daripada didalam rumah.

Selain tidak menganggu kekhusukan shalat dari orang yang berada didalam rumah.  Mushala di taman ini juga akan menambah ketenangan diri karena suasana alam akan menambah nyamannya melakukan ibadah. Agar suasana lebih nyaman dan indah, sebaiknya diletakan beberapa tanaman dan kolam air mancur disekitar

mushala, gemericik air yang ada dikolam membuat efek psikolgis damai dan khusuk bagi pengunjung mushala. Akses jalan menuju mushala juga bisa ditambahkan dengan batu-batu kerikil. Dan yang paling penting adalah tempat mengambil wudhu tidak jauh  dari mushala serta penerangan yang cukup untuk ruangan itu. (zid) 


 

KOMENTAR ANDA

komentar : Silahkan Isi Komentar anda dengan tidak menyinggung SARA
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 IT tribunpekanbaru.com (Dinoz). All rights reserved