/ Home / Fenomena /
Jenazah Mantan Presiden Siprus Ditemukan

" Tassos Papadopoulos "
Selasa, 9 Maret 2010 | 23:04 WIB
Laporan :

Polisi Siprus yakin bahwa mereka telah menemukan kerangka jenazah mantan Presiden Tassos Papadopoulos yang dicuri tiga bulan lalu.

Juru bicara polisi, Michalis Katsounotos mengatakan, kerangka yang ditemukan di satu pemakaman di dekat Nicosia mungkin merupakan kerangka mantan Presiden Tassos Papadopoulos.

Katsounotos menambahkan, pemeriksaan DNA lebih lanjut akan dilakukan guna memastikan bahwa kerangka itu memang kerangka mantan presiden tersebut. Juru bicara itu mengatakan, polisi diarahkan ke pemakaman tersebut oleh seorang penelepon tak dikenal.

Para penyelidik mendatangi telepon umum di pinggir kota Nicosia, Tseri, untuk mencari sidik jari dan bukti lain yang mungkin mengarahkan mereka kepada orang yang menelepon. Seorang pria yang diduga telah menelepon polisi dan orang lain yang diduga berada di belakang pencurian kerangka itu masih dicari, kata satu sumber polisi.

Beberapa personel polisi menggali satu kuburan di pemakaman beberapa kilometer dari Nicosia dan menemukan kerangka tersebut. Keluarga Papadopoulos mendatangi pemakaman itu. Putrinya terlihat berlinang air mata ketika meninggalkan daerah tersebut beberapa saat kemudian.

Sumber polisi itu mengatakan, ada dugaan yang sangat kuat bahwa kerangka tersebut adalah kerangka mantan presiden itu, tetapi menolak untuk memberikan perincian.

Kerangka Papadopoulos tersebut dicuri dari kompleks pemakaman lain yang berada tak jauh dari pemakaman tempat kerangka itu ditemukan, Senin malam. Pencurian kerangka tersebut terjadi pada malam 11 Desember tahun lalu, sehari sebelum peringatan pertama kematiannya. Alasan pencurian itu belum diketahui. Pelakunya telah menggali kuburan Papadopoulos dan memindahkan tulang kerangka itu dari peti mati, dan secara hati-hati menutup tanah dengan gipsum untuk menutupi jejak mereka.

Papadopoulos memangku jabatan lima tahun sebagai Presiden Siprus, dari Februari 2003 sampai Februari 2008, ketika ia kehilangan mantan mitra koalisinya, Demtris Chirstofias. Ia dipandang sebagai seorang tokoh garis keras mengenai masalah Siprus karena menolak rencana yang digagas PBB untuk menyatukan kembali pulau tersebut pada 2004.

Ia telah memimpin aksi "Tidak" yang menghasilkan 76 persen warga Siprus-Yunani menolak rencana itu. Siprus telah terpecah sejak 1974 ketika militer Turki campur tangan dan menduduki wilayah utara pulau tersebut setelah satu kudeta oleh sekelompok perwira Yunani.

Perundingan kini berlangsung antara Presiden Christofias dan pemimpin Siprus Turki Mehmet Ali Talat guna mencapai penyelesaian perdamaian. (kc/han)
 

KOMENTAR ANDA

komentar : Silahkan Isi Komentar anda dengan tidak menyinggung SARA
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 IT tribunpekanbaru.com (Dinoz). All rights reserved