PADANG, TRIBUNPEKANBARU.COM - Tidak kurang seratus ton ikan jenis majalaya atau mas dan nila yang dipelihara dalam keramba jaring terapung di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat mati.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) Penanggulangan Bencana Sumatera Barat Ade Edward, menyebutkan bahwa kejadian itu dipicu oleh angin badai.
Guru besar bidang ilmu pengelolaan perikanan perairan umum dan teknologi reproduksi ikan dari Universitas Bung Hatta, Padang, Prof Hafrijal Syandri saat dihubungi menyebutkan, apa yang terjadi saat ini sebagai fenomena Umbalan. Itu terjadi di saat curah hujan yang tinggi dan angin kencang yang menerpa kawasan Danau Maninjau.
Kata Hafrijal, saat itulah berbagai kandungan dalam pakan ikan dalam keramba jaring terapung seperti fosfor, belerang, nitrit, dan nitrogen naik ke permukaan. (kc/han)