DURI, TRIBUN - Puluhan supir angkot trayek Pasar Duri-Sebanga-Santa Yosef melakukan aksi mogok dengan menurunkan penumpang di jalan, Rabu (28/7) pagi. Selain menurunkan penumpang di jalan, mereka juga memarkir angkot mereka selama dua jam di Gate Suharto Jalan Sudirman, Duri.
Seorang supir angkot, Roy (27) kepada Tribun menyebutkan, mereka melakukan mogok karena tidak terima seorang teman mereka yang dipukul oleh pelaku pungutan liar trayek di Sebanga. "Beberapa waktu lalu, teman kami dipukul oleh oknum penarik pungutan liar di Sebanga. Kami tidak terima teman kami diperlakukan seperti itu. Kami sudah memberikan uang Rp 2.000 setiap hari, tapi teman kami dipukul juga," ungkap Roy.
Dikatakan Roy, selain pungutan liar itu, sumbangan lain yang sudah disepakati juga sudah ada. Jumlahnya ada yang Rp 1.000 dan ada yang Rp 5.000.
"Namun, itu tidak kami permasalahkan (sumbangan yang sudah disepakati). Ketika adalagi pungutan yang tidak kami sepakati, hanya sedikit memasuki trayek lain, itupun karena kasihan sama ibu-ibu, kami dimintai Rp 2.000. Ini memberatkan kami yang setiap hari kadang kurang setoran," jelas Roy.
Penasehat supir angkot trayek Pasar Duri-Sebanga-Santa Yosef, Lomo kepada Tribun menyebutkan, ini akan dibicarakan dengan pihak terkait dan trayek akan dikembalikan seperti semula.
"Para supir dipersilahkan untuk kembali ke trayek yang sudah diatur Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi. Bagi supir yang melewati trayek itu, silahkan tanggung resiko sendiri. Baik dengan memberikan uang Rp 2.000 atau lainnya," ungkap Lomo.
Seorang penumpang, Anita yang sempat diturunkan di jalan kepada Tribun menyebutkan, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu hak para supir mau menurunkan penumpangnya di mana. "Namun, saya menyesalkan hal ini. Seharusnya mereka mengantar penumpang dulu ke tempat tujuan, baru mereka melakukan mogok. Ke depannya, supaya ini jangan terulang lagi," ungkap Anita. (nol)